Lawancorona.xyz - Saat terinfeksi COVID-19, banyak keluhan indikasi yang sering dialami penderita. Salah satunya semacam indikasi flu yang susah dibedakan apakah kalian meringik indikasi flu sebab COVID-19 ataupun tidak.

"Bersamaan berjalannya waktu, jadi fakta kalau virus COVID-19 menyebar luas di segala negeri kita, paling utama di wilayah yang lebih padat, lebih kilat dari yang kita duga," kata William Schaffner, MD, spesialis penyakit meluas serta profesor di Vanderbilt University School Medis.

Lalu bisakah seorang nyatanya terinfeksi COVID-19 tanpa siuman?

"Mayoritas orang yang menderita virus Corona mempunyai permasalahan peradangan yang tidak rumit, serta itu dapat dibedakan dari flu biasa ataupun flu sebab COVID-19," jelas ahli penyakit meluas Amesh A. Adalja, MD, periset senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Para pakar berkata terdapat sebagian ciri yang dapat jadi petunjuk kalau seorang bisa jadi telah terkena COVID-19. Apa saja?

1. Menderita flu berat

Wabah Corona awal kali merebak di Wuhan, Cina akhir Desember tahun kemudian. Sedangkan riset dari University of Texas menampilkan terdapat dugaan COVID-19 mulai tersebar semenjak masa dingin kemudian di Amerika Serikat.

Indikasi yang sering kali dikeluhkan penderita Corona merupakan flu parah. Tetapi, indikasi flu sebab COVID-19 acapkali tidak disadari sebab mirip dengan penyakit flu biasa.

Namun flu umumnya tidak menimbulkan sesak nafas, sakit kepala parah, ataupun indikasi gastrointestinal semacam yang dialami pada indikasi COVID-19. Kalian butuh waspada bila menderita flu diiringi indikasi semacam berikut:
  • Demam ataupun kedinginan
  • Batuk
  • Sesak nafas ataupun kesusahan bernapas
  • Kelelahan
  • Perih otot ataupun tubuh
  • Sakit kepala
  • Kendala pada indra perasa serta penciuman
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat ataupun meler
  • Mual ataupun muntah
  • Diare
2. Kendala pada indra penciuman serta perasa

Indikasi COVID-19 yang lain yang kerap tidak disadari merupakan kehabisan keahlian mencium ataupun merasakan suatu. Indikasi ini lumayan universal ditemui pada penderita Corona, namun tidak seluruh orang mengalaminya.

"Hilangnya bau serta rasa sudah jadi karakteristik utama COVID-19. Walaupun indikasi ini tidak terjalin pada seluruh orang," kata Dokter Adalja.

Informasi dini dari American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS) menciptakan kalau, pada penderita COVID-19 yang kehabisan keahlian mencium suatu, 27 persen sembuh dalam waktu 7 hari, sedangkan sebagian besar membaik dalam waktu 10 hari.

Butuh dikenal, perihal ini pula bisa jadi terjalin buat sedangkan waktu kehabisan indra dengan keadaan respirasi yang lain, semacam pilek, flu, peradangan sinus, ataupun apalagi dengan alergi musiman. Namun para pakar berkata kalau indikasi tersebut bisa bertahan pada sebagian orang serta berlangsung sepanjang berbulan-bulan sehabis pulih dari COVID-19.

3. Rambut rontok tanpa alibi yang jelas

Keadaan rambut rontok pula butuh diwaspadai jadi ciri peradangan COVID-19. Alasannya, sebagian penderita COVID-19 pasca sembuh hadapi perihal ini.

Sebagian orang yang tergabung pada suatu tim di Facebook, yang berisi penderita COVID- 19 setelah Daftar Sbobet pula mengeluhkan rambut rontok. Keadaan ini lalu diketahui bagaikan telogen effluvium.

"Bisa diakibatkan oleh banyak aspek, tercantum kehamilan, tekanan pikiran ekstrem, penyusutan berat tubuh, serta penyakit tidak hanya COVID-19," kata Dokter Adalja.

"Tidak bisa jadi Kamu hendak kehabisan lebih banyak rambut dari umumnya tanpa indikasi COVID-19 yang lain, semacam batuk ataupun demam," lanjut Dokter Adalja.

4. Terkadang merasa sesak

Riset yang diterbitkan dalam harian JAMA menciptakan kalau penderita COVID-19 bisa hadapi sesak nafas. Belum jelas berapa lama indikasi COVID-19 ini dapat berlangsung, namun mungkin sebab peradangan yang berlangsung lama di paru-paru.

"Ini merupakan salah satu dampak yang dikenal pada orang yang dinyatakan dengan COVID-19," ungkap Dokter Schaffner.

"Jika telah begini, bisa jadi penyakit yang Kamu natural tadinya sesungguhnya merupakan COVID-19. Bila Kamu hadapi sesak nafas, mendatangi dokter perawatan primer Kamu buat memperoleh panduan ataupun memohon referensi ke pakar paru. Mereka kerap bisa meresepkan obat serta perawatan, semacam inhaler, yang bisa menolong," kata Dokter Schaffner.

5. Batuk menetap serta tidak kunjung sembuh

Batuk yang berkelanjutan merupakan indikasi lain yang dilaporkan oleh orang-orang yang menderita indikasi COVID-19, dalam riset JAMA.

"Batuknya kering, maksudnya tidak terdapat yang keluar, semacam dahak ataupun lendir," jelas dokter Adalja.

Informasi dari CDC menciptakan kalau 43 persen orang yang menderita COVID-19 masih batuk 14 sampai 21 hari sehabis dinyatakan positif COVID-19.

6. Merasa sangat lelah

"Ini merupakan salah satu dampak jangka panjang usai seorang terserang COVID-19," bagi riset JAMA.

Riset itu menciptakan kalau 53 persen penderita berkata mereka berjuang melawan keletihan dekat 60 hari sehabis mereka awal kali menampilkan isyarat virus.

"Kami memandang sebagian orang yang mempunyai penyakit ringan yang hadapi keletihan sepanjang sebagian waktu," kata Dokter Adalja.

Tetapi, katanya, dikala ini belum seluruhnya jelas kenapa perihal ini terjalin. Dapat jadi metode sistem imunitas seorang bereaksi terhadap virus, ataupun dapat pula metode virus bekerja di dalam badan.

Ingatlah kalau keletihan merupakan permasalahan yang sangat universal serta bisa jadi ciri bermacam permasalahan kesehatan tercantum, pasti saja, kurang tidur.

"Semacam rambut rontok, orang yang hadapi keletihan akibat COVID-19 pula mempunyai indikasi virus lain tadinya," sebut Dokter Adalja.

7. Mempunyai indikasi yang tidak kunjung sembuh

Para pakar menekankan kalau COVID-19 ialah virus baru, sehingga para dokter serta ilmuwan terus mempelajarinya lebih lanjut." Riset tentang dampak virus yang bertahan lama lagi berlangsung, serta dikala ini susah untuk dokter buat berkata kalau mempunyai indikasi tertentu bisa berarti Kamu hadapi peradangan COVID-19, sedangkan yang lain tidak," kata Dokter Adalja. 

0 Komentar